18 Februari 2015

Surabaya 1929, Pabrik Bir Terbesar Mulai Berdiri di Negeri Muslim

Surabaya 1929, Pabrik Bir Terbesar Mulai Berdiri di Negeri Muslim
studiegroep-zwp.nl
Merk dagang Java Bier tempo doeloe, cikal bakal Bir Bintang saat ini. 

 Bir beralkohol berapapun kadarnya tentu haram dalam syariat Islam. Ia termasuk khamr. Namun, minuman itu terbukti laku sejak lama di negeri mayoritas berpenduduk muslim ini. Sejak 1929, di Surabaya mulai berdiri pabrik bir kelas internasional.
Ini sepotong berita tentang rencana pembangunan pabrik bir di Surabaya dari Kajawen edisi  6 April 1929.
Wontên pawartos, bilih ing Surabaya tuwin Medhan, badhe dipun êdêgi pabrik bir, pasitènipun sampun angsal, saha sampun mêling mêsin-mêsinipun, biripun badhe dipun damêl ingkang nocogi kalihan kawontênaning nagari ingkang hawanipun bêntèr.
Arsip digital koran berbahasa Jawa itu tersedia berkat ketekunan Program Digitalisasi Sastra Daerah.
Terjemahan bebasnya:
Ada kabar, di Surabaya dan Medan akan didirikan pabrik bir. Lahannya sudah didapatkan serta mesin-mesinnya sudah dipesan. Minuman bir itu nanti dibuat yang cocok dengan negara yang suhunya panas.
Hanya demikian kabar selintas dari Kajawen. Namun, lazim diketahui, lokasi pabrik bir itu berada di kawasan Ngagel. Kini, orang kebanyakan menyebutnya bekas pabrik bir atau AJBS.
Adapun produksi birnya dulu benama Java Bier, kemudian berganti merk dagang menjadi Bir Bintang.
Uniknya, pada 1957, Java Bier bikin kartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Kontradiktif, bukan? (http://surabaya.tribunnews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar